Anggota DPRD Riau daerah pemilihan (Dapil) Pelalawan Abdullah, kembali mengingatkan PLTA Koto Panjang untuk mencegah terjadinya banjir di hilir Sungai Kampar.
Pasalnya, saat ini banjir tengah melanda wilayah Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Kiriman banjir di sana akan masuk ke Danau PLTA Koto Panjang, sehingga mengakibatkan debit air meningkat.
Seiring dengan meningkatnya air danau, tentunya akan ada bukaan spilway gate dari danau PLTA yang alirannya merupakan hulu dari Sungai Kampar. Limpahan dari danau tersebut akan mengakibatkan debit air Sungai Kampar meningkat drastis.
Dampaknya, sejumlah wilayah yang dilalui Sungai Kampar mengalami banjir yang cukup parah. Termasuk jalan Lintas Timur yang putus akibat luapan air Sungai Kampar.
Mencegah banjir itu terjadi, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Riau itu meminta agar konsep early release atau langkah awal yang digagas PLTA dapat diaplikasikan dengan baik.
"Sebelumnya kita bersama Wakil Ketua DPRD dan Komisi III sudah melakukan tinjauan lapangan ke PLTA Koto Panjang. Dan mereka menyiapkan metode early release. Semoga yang dikonsepkan bisa mencegah terjadinya banjir di hilir Sungai Kampar," ujar Abdullah, Senin (29/12/2025).
Dia berharap, kalaupun ada banjir pada tahun ini tidak separah atau seperti yang terjadi pada tahun lalu. Pasalnya, banjir akibat bukaan spilway gate Danau PLTA mengakibatkan banjir di hilir Sungai Kampar hingga memutus akses Jalan Lintas Timur.
"Kita berharap banjir ini tidak sampai seperti tahun lalu, yang sampai menutup Jalan Lintas Timur di KM 83 sepanjang 9 KM," harapnya.
Anggota Komisi III DPRD Riau itu mengaku, juga ikut memantau kondisi air di Danau PLTA saat ini. Ia menyebut, saat ini memang terus naik, akan tetapi masih dalam kondisi aman.